Alasan Orang-orang Tertarik Menonton Video Horror

Apakah Anda menyukai film atau serial dengan konten menegangkan dan menimbulkan perasaan takut? Apakah Anda menggemari tayangan dengan elemen kejutan yang memunculkan rasa tegang dan bahkan panik? Genre horor bukanlah genre yang mudah dicerna oleh khalayak ramai. Ada orang yang sangat menyukai tayangan horor, sementara orang-orang lain berusaha menjauhinya. Terdapat beberapa alasan orang tertarik video horor. Hal ini sebenarnya terkait erat dengan psikologi individu. Mari kita simak penjelasan mengenai hal ini di bagian selanjutnya.

Apa Sajakah Alasan Orang Tertarik Video Horor?
Terdapat beberapa alasan yang membedakan ketertarikan individu satu dengan lainnya terhadap tayangan bernuansa horor. Berikut ini alasan-alasannya.

1. Reaksi Fisiologis yang Ditimbulkan
Alasan orang tertarik video horor yang pertama terkait dengan kemunculan reaksi fisiologis akibat menonton tayangan tersebut. Reaksi yang biasanya timbul di antaranya adalah jantung yang berdebar-debar, suhu tubuh meningkat, dan sistem pernapasan yang bekerja lebih cepat. Hal ini salah satunya disebabkan karena tubuh mengeluarkan hormon adrenalin. Ada orang yang menyukai sensasi fisiologis tersebut dan melakukan beragam aktivitas seperti menonton film horor karena ingin merasakannya. Akan tetapi, ada juga orang yang cukup sensitif terhadap sensasi tersebut.

Seringkali, reaksi fisiologis yang ditimbulkan akan tetap terasa bahkan setelah film atau video berakhir. Hormon adrenalin diketahui meningkatkan semangat dan suasana hati individu. Orang yang tertarik menonton film atau video dengan genre ini biasanya merasakan emosi positif setelah menontonnya. Hormon adrenalin yang disekresi oleh tubuh meningkatkan emosi positif yang sudah ada sehingga kemungkinan, Anda akan ketagihan dan kembali lagi untuk menonton film horor.

2. Video Horor Berbeda dengan Kenyataan
Satu lagi alasan orang tertarik video horor, video jenis tersebut mengandung adegan-adegan yang akan jarang Anda jumpai di kehidupan sehari-hari. Pada hakikatnya, manusia memiliki rasa ingin tahu yang kuat. Ia akan tertarik ketika melihat hal-hal yang tidak lazim atau tidak umum ditemukan pada kondisi normal. Hal ini juga didukung oleh efek visual dari film horor yang Anda tonton. Film horor biasanya dibubuhi oleh efek visual agar lebih menarik.

Efek tersebut membuat pengalaman menonton film menjadi lebih impresif, seolah penonton benar-benar ada di lokasi bersama para tokoh dalam film. Efek visual membuat kejadian-kejadian di dalam film terlihat seperti kenyataan. Meskipun begitu, bagi orang yang memang pada dasarnya kurang menyukai video jenis ini tidak akan mampu melawan emosi negatif yang muncul untuk memunculkan rasa ingin tahu.

3. Sosialisasi Peran Gender di Masyarakat
Cara peran gender disosialisasikan dalam masyarakat juga merupakan alasan orang tertarik video horor. Tentunya perempuan di zaman dahulu kurang tertarik untuk menonton film genre ini. Mereka seringkali diberikan sosialisasi untuk berperilaku dan berselera santun. Hal ini menjelaskan mengapa lebih banyak pria yang sering menonton film horor dibandingkan dengan kaum pria.
Kaum pria seringkali diberikan sugesti oleh orang-orang di sekitar mereka untuk menjadi orang yang pemberani dan berani bertindak jika ada masalah apapun. Ekspektasi yang diberikan terhadap kaum pria ini membuat mereka mencari stimulasi tambahan, salah satu bentuknya adalah dengan menonton video berjenis horor. Menonton video jenis ini juga memberikan mereka kesempatan untuk adu kekuatan.

4. Toleransi Individu Terhadap Emosi Jijik
Terdapat beberapa emosi dasar yang dirasakan oleh manusia. Manusia merasakan perasaan senang, takut, marah, dan sedih. Emosi lain yang juga terkait dengan rasa takut merupakan perasaan jijik. Setiap individu memiliki tingkat toleransi yang berbeda terhadap emosi jenis ini. Ada individu yang sangat mudah merasakannya apabila diberi stimulus tertentu, sementara individu lain cenderung tidak mudah merasa jijik. Perasaan ini sesungguhnya penting karena hal tersebut berkaitan dengan mempertahankan diri.

Emosi jijik seringkali dipasangkan dengan rasa takut. Ketika Anda menonton film horor, Anda sering melihat setting yang cukup mengerikan. Apabila Anda tidak merasa takut dan melihat gambar, maka hal ini tidaklah masalah. Akan tetapi jika Anda merasakan emosi tersebut, maka kemungkinan tayangan yang ditonton sudah di luar batas wajar Anda. Toleransi terhadap emosi-emosi tersebut merupakan salah satu lagi alasan orang tertarik video horor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *